23.7 C
Pekanbaru
Kamis, 22 Februari 2024

Sanggar Da’i Cilik Riau Bina Kepribadian Anak Islami Dalam Kegiatan Outbond

Spesial untuk kamu

TAPUNG.ID – Keresahan atas degradasi moral dan mental anak yang telah mewabah akhir-akhir ini membuat Sanggar Da’i Cilik (SDC) Riau menggagas program training kepribadian Islam dalam bentuk Da’i Cilik on Camp.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam bentuk kemah dua hari dan satu malam. Tujuan dari kegiatan ini adalah membangun kemandirian, motivasi dan daya juang sebagai kader dakwah. Bentuk aktifitas yang disuguhkan dalam kegiatan ini antara lain, game dan team building, mendongeng, shalat berjamaah, shalat tahajud, dan tadarus Al-Qur’an.

Dr. Santoso, M.Si selaku Pengasuh SDC Riau sekaligus konsultan Psikologi Islam Riau menjelaskan, SDC Riau adalah sebuah kelompok belajar anak yang berfokus pada pengembangan kepribadian sebagai generasi penerus dakwah Islam di Provinsi Riau.

Adapun kegiatan SDC Riau diantaranya coaching Publik Speaking Dakwah bagi anak-anak dan training kepribadian Islam. Kegiatan coacing Public Speaking Dakwah dilaksanakan setiap pekan sekali dibimbing oleh Ustaz Suhadi, S.Pd.I dan Ustaz Irham. M. Ikom. Dalam kegiatan coching tersebut, para peserta dibekali kemampuan teknis dan materi ceramah sehingga siap tampil di atas panggung.

“Acara Da’I Cilik on Camp baru saja dilaksanakan di bumi perkemahan Garuda di jalan Garuda Sakti Kampar. Siswa binaan SDC berasal dari berbagai daerah di Riau, seperti Kampar, Pelalawan, Siak, dan Pekanbaru. Rata-rata siswa SDC telah memiliki kecakapan yang dapat diandalkan untuk memberikan ceramah agama dalam berbagai tempat dan event,” tuturnya.

Dalam kegiatan ini, Ustaz Suhadi yang sangat bersemangat memandu acara mengaku anak-anak sangat bergembira mengikutinya. Mereka bisa belajar sambil bermain dengan suasana yang gembira. Suasana seperti ini diperlukan agar anak-anak mendapakan waktu heling juga secara psikologis.

Terpisah, Yuli Arfaliya selaku orang tua salah satu peserta mengatakan awalnya mereka khawatir dan galau melepaskan buah hatinya untuk mengikuti acara ini. Pasalnya, sang buah hati masih cukup belia dan baru pertama kali mengikuti acara di alam terbuka.

“Tapi setelah ditinggal pulang, ehh.. ternyata mereka asyik dan banyak pengalaman baru. Kami selaku orang tua sangat berterimakasih atas adanya acara ini,” ujar Yuli.

Penutup, Dr. Santoso mengatakan program SDC Riau akan terus dikembangkan sebagai alternatif kegiatan positif bagi anak. Karena kegiatan ini sangat diperlukan untuk mengantisipasi pengaruh negatif dari gadget, game online, dan pergaulan sosial yang tidak produktif.

“Meskipun sanggar SDC Riau masih seumur jagung dan belum memiliki kampus tetap, namun telah memiliki peran yang positif bagi tumbuh kembang anak, terutama dalam hal pengembangan kepribadian,” pungkasnya. (rls)

- Advertisement -spot_img

Berita Lainnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru